DTS - Skripsi (S1)
MAKNA DEAKTIVASI AKUN INSTAGRAM PADA MAHASISWA GENERASI Z DI YOGYAKARTA
Fenomena meningkatnya praktik deaktivasi akun Instagram pada mahasiswa Generasi Z menunjukkan adanya perubahan dalam cara mereka berhubungan dengan ruang digital yang melekat pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta memaknai pengalaman deaktivasi akun Instagram. Penelitian menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang pernah melakukan deaktivasi akun. Pendekatan fenomenologi dipilih karena memungkinkan peneliti menggali makna pengalaman sebagaimana dipahami oleh informan dalam dunia kehidupannya masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Instagram, paparan informasi yang berulang, serta dorongan untuk menampilkan diri dapat menimbulkan kejenuhan dan kelelahan digital bagi informan. Dalam situasi tersebut, deaktivasi dipilih sebagai cara untuk mengambil jarak dari keterhubungan yang dirasakan terlalu padat, sekaligus memberi ruang bagi pemulihan dan refleksi diri. Informan memaknai deaktivasi bukan sekadar tindakan teknis, tetapi sebagai jeda personal yang membantu mereka mengelola emosi dan menata ulang batas kenyamanan dalam hubungan dengan media sosial. Setelah kembali menggunakan Instagram, sebagian informan menjadi lebih selektif, lebih sadar atas alas an penggunaan, dan lebih berhati-hati dalam menampilkan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa deaktivasi akun Instagram merupakan bentuk pengelolaan diri yang dilakukan mahasiswa Generasi Z untuk menjaga keseimbangan pengalaman digital dalam kehidupan sehari-hari.